Chat dengan kami disini

Bank Lestari Bali (BPR) kembali menghadirkan program edukasi bagi nasabah melalui kegiatan Prime Society yang digelar pada Kamis, 20 Agustus 2026. Mengangkat topik “Dari Aset Jadi Cuan: Strategi Mengelola Aset Lebih Produktif”, kegiatan ini menghadirkan Dani Sulistyo, Director PT Ubud Property, sebagai pembicara.
Pada kesempatan kali ini, pembahasan berfokus pada bagaimana aset seperti tanah dan properti dapat dikelola secara lebih optimal agar memiliki potensi menghasilkan nilai ekonomi. Topik tersebut menjadi relevan di tengah masih banyaknya pemilik aset yang belum mengetahui strategi untuk mengembangkan aset yang dimiliki maupun melakukan analisis sebelum mengambil keputusan pembelian properti.
Dalam sesi tersebut, Dani membagikan berbagai hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan strategi pengelolaan aset, mulai dari memahami potensi keuntungan properti, mengenali karakter atau tipe pelaku di industri properti, menentukan target finansial, hingga memilih model pengelolaan aset yang sesuai.
“Untuk membuat aset properti lebih produktif, kita perlu memahami terlebih dahulu dari mana potensi cuannya, menentukan target finansial, serta memilih strategi yang tepat. Apakah aset tersebut akan dijadikan land bank, dikembangkan melalui joint venture atau joint operation, atau dikelola secara penuh,” tutur Dani.
Tidak hanya membahas cara mengoptimalkan aset yang telah dimiliki, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya melakukan analisis sebelum membeli properti. Pertimbangan terhadap tujuan investasi, potensi pengembangan kawasan, model bisnis hingga proyeksi keuntungan menjadi bagian penting agar aset yang dibeli tidak hanya tersimpan, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah dalam jangka panjang.
Prime Society merupakan salah satu program loyalitas Bank Lestari Bali (BPR) untuk memberikan nilai tambah bagi nasabah melalui berbagai wawasan yang relevan dengan kebutuhan finansial maupun lifestyle. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen Bank Lestari Bali (BPR) untuk terus membangun hubungan jangka panjang dengan nasabah melalui program-program yang edukatif, relevan, dan memberikan manfaat nyata.

Mengelola keuangan tidak sebatas mengatur pemasukan dan pengeluaran, tapi juga mengelola cicilan dan utang secara bijak. Kenapa harus bijak? Karena, kalau kita tidak bijak bisa saja... Selengkapnya

Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan permohonan uji materiil Pasal 12A ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang diajukan... Selengkapnya

Kehidupan di masa pandemi membuat kita mulai memutar otak dan memasang strategi baru untuk mengelola keuangan pribadi ataupun keluarga. Kondisi yang serba tidak pasti sekarang dan nanti... Selengkapnya